Tanya

Bang, cara kita nentuin harga buat saas yg kita bikin tuh gimana ya? Terimakasih sebelumnya

Jawab

Good question! Netapin harga SaaS itu salah satu keputusan yang paling underrated di dunia product building.

Ini bbrp framework yg gw jg pelajarin, semoga membantu:

  1. Mulai dari Value, Bukan Cost

Jangan hitung “berapa modal gw” dulu. Mulai dari: berapa nilai yang lo kasih ke customer?

Kalau SaaS lo bisa bantu hemat 10 jam kerja/bulan buat seorang profesional dengan rate Rp 200rb/jam, value lo = Rp 2jt/bulan. Harga lo bisa di 10–20% dari value itu = Rp 200–400rb/bulan, dan tetap masuk akal buat customer.

Ini istilahnya value-based pricing.

  1. Identifikasi Siapa yang Bayar

a. Individual/freelancer : sensitif harga, harus murah atau freemium dulu b. SMB (bisnis kecil-menengah): mau bayar kalau ada ROI yang jelas c. Enterprise: harga bukan masalah utama, tapi trust dan compliance iya

Siapa target lo menentukan pricing model yang cocok.

  1. Pilih Model yang Sesuai

a. Flat rate (Rp X/bulan): simple, cocok untuk early stage b. Per seat (per user/bulan): cocok kalau value tumbuh seiring jumlah user c. Usage-based (bayar sesuai pemakaian): cocok kalau usage-nya variable (e.g., API calls, storage) d. Freemium: growth engine, tapi hati-hati jangan “terlalu murah hati” di tier gratis-nya

  1. Kompetitor Bukan Patokan Utama, Tapi Tetap Perlu Dicek

Lihat kompetitor buat sanity check aja; biar lo tahu range yang market udah terbiasa. Tapi jangan langsung copy paste. Kalau lo buktiin ada diferensiasi yang jelas, lo bisa charge lebih tinggi.

== Kalau mau gw bantu lebih spesifik, cerita dulu SaaS lo ini buat siapa dan problem apa yang diselesaikan — nanti gw bisa kasih rekomendasi yang lebih konkret.