Tanya

Gimana caranya handle ketika ngelempar ide, tapi ide itu di tolak mentah-mentah berujung kita dianggap kita skill issue, sehingga gak pernah dilibatkan ketika ada project gede

Jawab

Gimana handle ketika ide lo ditolak mentah-mentah dan ujung-ujungnya dianggap skill issue?

Harsh truth dulu: kadang emang beneran skill issue; tapi bukan skill yang lo kira.

Kebanyakan orang mikir skill issue = technical skill. Padahal yang sering kejadian: lo jago secara teknis, tapi gak ngerti cara “jualan” ide dan gak ngerti cara “deliver”.

Here’s the thing:

  1. Lo harus paham agenda orang yang lo pitch Sebelum lempar ide, lo udah riset belum:
  • Apa objective dan KPI mereka?
  • Problem apa yang lagi jadi priority mereka?
  • Ide lo solve problem siapa; lo atau mereka?

Kalau ide lo bagus tapi gak align sama apa yang lagi mereka kejar, ya ditolak. Bukan karena ide lo jelek, tapi karena gak relevan di mata mereka.

  1. Gak ngerti konteks itu = skill issue juga

Ini yang jarang orang sadar.

Skill buat understand stakeholder needs, baca situasi kantor, dan frame ide lo supaya nyambung sama agenda orang lain; itu skill yang harus diasah.

Kalau lo terus-terusan pitch tanpa paham konteks ini, wajar aja orang mulai doubt kemampuan lo secara overall.

  1. Execution builds credibility, bukan ide doang

Real talk: orang gak trust ide dari orang yang belum proven.

Kalau lo belum punya track record deliver hasil, kenapa mereka harus bet on you untuk project gede? Credibility itu dibangun dari:

  • Konsisten execute hal-hal kecil dengan baik
  • Deliver what you promise, on time
  • Show results, bukan cuma yapping doang.

Pernah nemu kasus level senior yg mana orang2 di satu kantor udah males kerja bareng ybs karena bisanya yapping & excuse doang, gak pernah deliver impact yg signifikan. Jadinya pada gak percaya ni orang bakal deliver, karena track recordnya.

Ide bagus dari orang yang udah proven → “Let’s explore this.” Ide bagus dari orang yang belum proven → “Hmm, we’ll see.” Lo harus earn the right to be heard dulu.

  1. Reframe: rejection ≠ permanent label

Sekali ditolak terus langsung di-exclude dari project gede? Itu bukan cuma soal satu ide ditolak; kemungkinan ada pattern yang perlu lo evaluasi:

  • Cara lo communicate
  • Timing lo pitch
  • Seberapa well lo understand the business
  • Track record execution lo selama ini. lo orang yg bisa ditrust / credible buat deliver atau enggak.