Tanya
Gimana caranya handle ketika ngelempar ide, tapi ide itu di tolak mentah-mentah berujung kita dianggap kita skill issue, sehingga gak pernah dilibatkan ketika ada project gede
Jawab
Gimana handle ketika ide lo ditolak mentah-mentah dan ujung-ujungnya dianggap skill issue?
Harsh truth dulu: kadang emang beneran skill issue; tapi bukan skill yang lo kira.
Kebanyakan orang mikir skill issue = technical skill. Padahal yang sering kejadian: lo jago secara teknis, tapi gak ngerti cara “jualan” ide dan gak ngerti cara “deliver”.
Here’s the thing:
- Lo harus paham agenda orang yang lo pitch Sebelum lempar ide, lo udah riset belum:
- Apa objective dan KPI mereka?
- Problem apa yang lagi jadi priority mereka?
- Ide lo solve problem siapa; lo atau mereka?
Kalau ide lo bagus tapi gak align sama apa yang lagi mereka kejar, ya ditolak. Bukan karena ide lo jelek, tapi karena gak relevan di mata mereka.
- Gak ngerti konteks itu = skill issue juga
Ini yang jarang orang sadar.
Skill buat understand stakeholder needs, baca situasi kantor, dan frame ide lo supaya nyambung sama agenda orang lain; itu skill yang harus diasah.
Kalau lo terus-terusan pitch tanpa paham konteks ini, wajar aja orang mulai doubt kemampuan lo secara overall.
- Execution builds credibility, bukan ide doang
Real talk: orang gak trust ide dari orang yang belum proven.
Kalau lo belum punya track record deliver hasil, kenapa mereka harus bet on you untuk project gede? Credibility itu dibangun dari:
- Konsisten execute hal-hal kecil dengan baik
- Deliver what you promise, on time
- Show results, bukan cuma yapping doang.
Pernah nemu kasus level senior yg mana orang2 di satu kantor udah males kerja bareng ybs karena bisanya yapping & excuse doang, gak pernah deliver impact yg signifikan. Jadinya pada gak percaya ni orang bakal deliver, karena track recordnya.
Ide bagus dari orang yang udah proven → “Let’s explore this.” Ide bagus dari orang yang belum proven → “Hmm, we’ll see.” Lo harus earn the right to be heard dulu.
- Reframe: rejection ≠ permanent label
Sekali ditolak terus langsung di-exclude dari project gede? Itu bukan cuma soal satu ide ditolak; kemungkinan ada pattern yang perlu lo evaluasi:
- Cara lo communicate
- Timing lo pitch
- Seberapa well lo understand the business
- Track record execution lo selama ini. lo orang yg bisa ditrust / credible buat deliver atau enggak.