AWS User Group Jakarta
Presentasi ini saya buat karena saya lihat tren yang cukup mengkhawatirkan: makin banyak developer yang langsung coding dengan AI tanpa perencanaan — alias “vibe coding”. Hasilnya cepat di awal, tapi technical debt-nya menumpuk dan decision-nya gak terdokumentasi.
Kiro adalah agentic IDE yang saya explore, dan pendekatannya menarik: sebelum nulis kode, lo definisikan dulu requirements, design, baru implementation — semuanya structured dan traceable. Saya sharing pengalaman saya eksplorasi Kiro di presentasi ini, termasuk bagaimana workflow tiga fase-nya (requirements → design → tasks) bisa mengubah cara kita berkolaborasi dengan AI. Menurut saya, developer yang sukses itu bukan yang paling cepat prompt-nya, tapi yang paling jelas planning-nya sebelum prompt.